Tuesday, 14 July 2015

SBMPTN : Pra Ujian

Tidak terasa akhirnya pendaftaran SBMPTN pun dibuka, ahh, bingung sebenarnya mau ambil jurusan apa. Ingin keluar dari dunia komputer, tapi sayang. Ingin lanjut, gak kuat sama soal-soal Sainteknya. Setelah merelaksasikan diri ke Sawarna yang disebut sebagai The Hidden Paradise, akhirnya diputuskanlah untuk ambil Pendidikan Bahasa Indonesia atau PGSD, sepertinya sih di Universitas Negeri Jakarta seperti yang direkomendasikan om sebelum aku cabut ke Sawarna. Katanya, "Masuk UNJ aja jrin, lulusannya bagus-bagus loh". Sebenernya dia lagi mempromosikan diri sih. Huft. Yasudahlah, aku daftarnya nanti aja, di akhir-akhir tanggal 29. Nyantai dulu ajaa.

Tanggal 29 Mei pun akhirnya tiba, yey.~

Aku putuskan untuk memilih UNJ sesuai rekomendasi dengan jurusan Pend. Bahasa Indo di pertama, PGSD di kedua dan Bimbingan Konseling di ketiga, pfft, Bimbingan Konseling? Iya, aku bingung mau milih apalagi yang soshum, acak sajalah.

4 Juni 2015
Hari kamis, tepatnya 5 hari sebelum hari sakral. Waktunya untuk legalisir skl, cetak serta legalisir kartu SBMPTN. Kenapa dilegalisir? Entahlah, disuruh guru BK. Yaudahlah, aku ke tukang foto dulu buat ngeprint. Aku kirim filenya ke tukang foto, print, liat hasilnya. Sebentar, kok ada yang janggal. Kenapa jurusan Bimbingan Konseling jadi di kedua dan PGSD ada di ketiga, wah, aku gak ngecek sebelum ngesubmit. Waduh, hancur mood duluan sebelum ikut test, baru cetak kartu. T.T

Pergilah aku ke sekolah untuk legalisir kartu. Baru ingat, aku sama sekali belum belajar, yasudahlah, aku putuskan untuk pergi ke Gramedia buat beli buku, lumayanlah sampe hari senin, lagipula IPS kan cuma inget-inget doang, pikirku. Ah, rasanya berat sekali buat beli buku ini, mending buat beli novel deh. Huft. Tapi gpp, demi masa depan yang cerah.

Mulailah aku belajar mengerjakan soal-soal. Baru soal tahun pertama, teman-teman yang entah darimana datangnya, apa tujuannya datang bermain dan sialnya, nginep. Aku jadi tidak belajar. Dan baru sempat megang buku hari senin. Sabtu-Minggu pada disini cui. Haduh.

Hari seninnya pun tak bisa banyak belajar, ada waktu yang terbuang untuk mengecek tempat. Bergegaslah aku ke Marthia Bakti, dan mengecek ruangan. Loh, kok di ruanganku gak ada nomer pesertaku ya. Paniklah aku, aku cek ulang lagi nomor ruangannya. Dan, duar. Ternyata itu nomor ruangan Ujian Sekolah, salah cek ternyata. Aku cek ruangan lainnya, huft, ada nomor pesertaku. Aku dorong pintunya, loooohhh, dikunci. Yaudah deh besok aja. Aku pulang dengan meninggalkan senyum manis, berusaha akrab dengan penunggu sekolah ini.

0 comments:

Post a Comment